Logo

Desa Lubuk Sabuk

Kabupaten Sanggau

Home

Profil Desa

Infografis

Listing

IDM

Berita

Belanja

PPID

PENGELOLAHAN LAHAN BASAH/PERSAWAHAN DI DUSUN LUBUK SABUK DESA LUBUK SABUK MASIH DENGAN CARA TRADISIONAL

PENGELOLAHAN LAHAN BASAH/PERSAWAHAN DI DUSUN LUBUK SABUK DESA LUBUK SABUK MASIH DENGAN CARA TRADISIONAL

Invalid Date

Ditulis oleh SIMON PERES

Dilihat 6 kali

PENGELOLAHAN LAHAN BASAH/PERSAWAHAN DI DUSUN LUBUK SABUK DESA LUBUK SABUK MASIH DENGAN CARA TRADISIONAL

Pengelolaan lahan basah atau persawahan di Dusun Lubuk Sabuk, Desa Lubuk Sabuk yang masih dilakukan secara tradisional jauh dari kata moderenisasi, harapannya pemerintah bisa lebih jeli untuk melihat akan kebutuhan petani di jaman sekarang. itu mencerminkan hubungan yang erat antara masyarakat dengan lingkungan mereka. Berikut adalah beberapa aspek yang biasanya terkait dengan pengelolaan lahan basah secara tradisional:

1. Metode Pertanian

  • Pengolahan Tanah: Penggunaan alat sederhana seperti cangkul dan bajak tangan, mencabut rumput sisa-sisa rumput masih menggunakan tangan
  • Penanaman: Penanaman padi biasanya dilakukan secara manual, tidak dengan alat traktor/alat mesin bajak sawah, dan mengikuti musim hujan yang ideal.

2. Irigasi

  • Sistem Irigasi Tradisional: Penggunaan saluran air alami, seperti sungai atau parit, untuk mengairi sawah.
  • Pengaturan Air: Masyarakat sering kali membuat bendungan kecil untuk mengontrol aliran air.

3. Penggunaan Pupuk

  • Pupuk Organik: Pemanfaatan pupuk alami dari kotoran hewan dan kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah.
  • Pupuk Bersubsidi : Biasa Petani membeli pupuk di kios yang tersedia dengan jenis Urea dan Phonska dengan harga berkisar Rp 150.000,-/ Karung. dan kelompok tani yang sudah terdaftar di RDKK Sistem SIMULTAN bisa mengambil dan membayar sesuai harga yang di tentukan.

4. Perlindungan Tanaman

  • Pengendalian Hama: Menggunakan metode alami seperti tanaman penghalau atau predatori alami.
  • Rotasi Tanaman: Melakukan rotasi tanaman untuk menjaga kesuburan tanah dan mengurangi risiko hama.

5. Kearifan Lokal

  • Tradisi dan Budaya: Praktik pertanian sering kali disertai dengan ritual atau tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi, menciptakan ikatan sosial yang kuat. sebelum mengelolah lahan ada semacam ritual kecil yang di lakukan supaya Tempa/Tuhan selalu memberkati tanam tumbuh di areal persawahan.

6. Tantangan

  • Keterbatasan Teknologi: Ketergantungan pada metode tradisional dapat membatasi produktivitas.
  • Perubahan Iklim: Dampak perubahan iklim yang dapat mempengaruhi pola curah hujan dan kesuburan tanah.

Pengelolaan lahan basah di Dusun Lubuk Sabuk mencerminkan kearifan lokal yang perlu dilestarikan, sambil mempertimbangkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan.

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Desa Lubuk Sabuk

Kecamatan Sekayam

Kabupaten Sanggau

Provinsi Kalimantan Barat

© 2025 Powered by PT Digital Desa Indonesia